Diseminasi Hasil Penelitian Dosen dan Mahasiswa STIQISI 2025: Panggung Ilmiah Penguat Integrasi Keilmuan Al-Qur’an

Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah (STIQISI) Lamongan, kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan budaya akademik melalui penyelenggaraan Diseminasi Hasil Penelitian Dosen dan Mahasiswa Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 22 Mei 2025, bertempat di Gedung Al-Amanati lantai dua, serta disiarkan secara langsung melalui Youtube STIQSI. Dengan mengusung semangat “Continuity in Research and Community Empowerment”, acara ini menjadi ruang ilmiah bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil riset unggulannya yang berlandas pada nilai-nilai Al-Qur’an dan relevan dengan tantangan kontemporer.

Pada sesi diseminasi hasil penelitian dosen, sebanyak tujuh tim peneliti menampilkan gagasan yang mencerminkan keberagaman pendekatan dan disiplin. Seperti, Penelitian yang diketuai oleh Al-Ustadz Muhammad Arwani Rofi’i, Lc., M.Ag, yang membahas “Keistimewaan Rasm Utsmani dan Korelasinya dengan Kaidah Imla’ dalam Penulisan Al-Qur’an”. Disamping itu, ada tim dari Al-Ustadzah Anis Ulifiyatin, S.Sos., M.Sosio. menyoroti fenomena sosial lokal melalui penelitian berjudul “Tradisi Jumputan dan Semangat Altruisme QS. Al-Ma’un dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”. Tak hanya itu, tema seperti kesehatan mental dalam perspektif Al-Qur’an, budaya hataman, hingga penggunaan media Islam digital dalam penafsiran juga turut menjadi sorotan dalam presentasi para dosen peneliti yang lain.

Kegiatan ini juga memberikan panggung bagi para mahasiswa STIQISI untuk menunjukkan kapasitas akademik mereka dalam penelitian Qur’ani. Empat tim mahasiswa yang lolos hibah internal turut membagikan hasil kajiannya. Di antaranya adalah tim dari Muhammad Isa yang membahas isu ketahanan pangan dalam kerangka tafsir, serta tim dari Khoirun Nisa’il M. yang mengkaji identitas perempuan dalam Al-Qur’an melalui pendekatan linguistik. Tak kalah menarik, ada pula penelitian yang mengulas kisah kepemimpinan Nabi Yusuf dan studi tentang tumbuhan bidara dalam sudut pandang tafsir dan ilmu kesehatan.

Acara ini tidak hanya menjadi forum akademik, melainkan juga mendorong terciptanya kolaborasi riset antar-dosen dan mahasiswa, serta memperkuat peran STIQSI sebagai pusat kajian Al-Qur’an yang progresif dan responsif. Diseminasi ini menjadi bukti bahwa riset Qur’ani dapat dikembangkan secara kontekstual dan aplikatif, menjawab persoalan masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai wahyu. Dukungan penuh dari Yayasan Al-Ishlah Sendangagung dan LPPM STIQSI turut menjadi bagian penting dalam keberhasilan acara ini.

Dengan adanya diseminasi ini, diharapkan semangat penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan STIQISI akan terus tumbuh dan berkembang. Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk mencipta, meneliti, dan memberi kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.

Reporter : Lutfiya Nurmayanti

Share

KABAR TERKAIT

Research Day Eps-21 Awali Program STIQSI Pasca Lebaran

Lamongan-Pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIQSI Kembali menggelar agenda bulanan Research Day episode ke-21 (31/3/2026). Agenda ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan

Scroll to Top