Negoisasi Makna Peran Istri Era Kontemporer dan Strategi Coping Stress Berbasis Al-Qur’an: Kontribusi Riset STIQSI pada Research Day Eps-23

Lamongan-Agenda bulanan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIQSI Research Day episode 23 kembali digelar pada hari Selasa, 19 Mei 2026. Pada kesempatan kali ini, dua tema besar dibedah secara tuntas yang sangat relevan dengan tantangan besar umat muslim pada era Modern sekarang. Melalui dua penelitian yang dilakukan oleh dua pemateri yang terjadwal menunjukan bukti kontribusi riset di kalangan STIQSI yang tidak hanya memberikan manfaat secara akademis saja, melainkan sebagai bentuk responsif terhadap permasalahan sosial masyarakat yang berkembang.

Lebih dari iu, dua pemateri luar biasa pada episode kali ini, yakni al-Ustadzah Anis Ulfiyatin, S.Sos., M.Sosio dan al-Ustadzah Ulfatul Halimah, S.Ag., M.Ag sangat penuh antusias memberikan kesadaran sekaligus pemahaman bersama peran istri di era kontemporer yang mengintegrasikan ketaatan secara teologis dan keberdayaannya di sector public, sekaligus menghadirkan solusi tepat dalam menghadapi stress yang berlandaskan al-Qur’an.

Negoisasi Makna Peran Istri Era Kontemporer

al-Ustadzah Anis Ulfiyatin, S.Sos., M.Sosio sebagai pemateri pertama berupaya menyajikan hasil analisisnya terhadap transformasi struktur (perubahan sosial) keluarga Muslim yang dipengaruhi oleh Pendidikan tinggi dan keterlibatan professional di kalangan Perempuan alumni Pondok Pesantren di Lamongan. Penelitian berbasis lapangan ini bermula dari permasalahan masyarakat yang terjadi dengan banyaknya perempuan alumni pesantren tidak lagi terbatas pada ruang domestik, melainkan aktif sebagai aktor intelektual dan ekonomi yang mengubah pola relasi hierarkis menjadi lebih dialogis. Disamping itu, keterlibatan alumni perempuan dalam sektor publik memicu proses redefinisi makna ketaatan terhadap suami.

Bermula dari kondisi tersebut, ketua LPPM STIQSI dengan merumuskan penelitiannya pada model “Egaliter-Khamid” menjadikan sebagai identitas baru di mana perempuan alumni pesantren mampu mengintegrasikan ketaatan teologis dengan keberdayaan sosiologis di sektor publik secara harmonis tanpa kehilangan identitas kesalehannya. Negoisasi makna dari ketaatan pada suami pun tidak lagi dipahami sebagai domestifikasi mutlak, melainkan sebagai bentuk pengabdian profesional yang berorientasi pada “shadaqah ilmu” dan khidmat sosial yang tetap menghormati restu suami sebagai basis spiritual.

Strategi Coping Stress Berbasis Al-Qur’an

Tidak kalah menarik, al-Ustadzah Ulfatul Halimah, S.Ag., M.Ag sebagai pemateri kedua juga berupaya menyajikan strategi untuk mengatasi permasalahan stress yang sering kali dialami oleh semua insan atau dikenal dengan coping stress berdasarkan ajaran al-Qur’an. Penelitian berbasis literatur tafsir ini bermula dari tingginya tingkat tekanan psikologis dan kompleksitas problematika hidup yang dihadapi masyarakat di era kontemporer. Dengan maraknya isu tersebut, dosen STIQSI ini berupaya memformulasikan ayat-ayat tawakal sebagai instrument aktif dalam penanggulangan stress melalui kacamata Tafsir Rūh al Bayān karya Ismail Haqqi.

Lebih luas lagi, melalui dua ayat tawakal yakni QS al-Imran ayat 159 dan QS an-Nahl ayat 42 dalam pandangan Ismail Haqqi, makna tawakkal tidak serta merta hanya dipahami sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah saja, tetapi didahului dengan upaya atau ikhtiar secara maksimal terlebih dahulu yang kemudian memasrahkan semuanya kepad Allah. Dalam proses tawakal spiritual secara aktif pun melibatkan tiga aspek penting, meliputi: Kesabaran, bergantung sepenuhnya pada Allah dan percaya secara totalitas akan takdir yang dihadirkan oleh Allah Swt. Di akhir, satu hal menarik sekaligus pembeda dari pandangan mufasir lainnya bahwa dalam pemaknaan lingkaran tawakal terdapat unsur ketenangan yang akan diperoleh, sehingga bagi siapapun yang tertimpa musibah akan mendapatkan ketenangan yang kemudian bisa menyerahkan segala permasalahannya pada Allah.

Reporter: Lutfiya Nurmayanti

Share

KABAR TERKAIT

Research Day Eps-21 Awali Program STIQSI Pasca Lebaran

Lamongan-Pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIQSI Kembali menggelar agenda bulanan Research Day episode ke-21 (31/3/2026). Agenda ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan

Scroll to Top