
Lamongan-Tahun ini merupakan tahun kedua dari peserta KKN-PAR STIQSI Lamongan tahun 2024 melakukan halal bi halal di Desa Windu, Karangbinangun (31/3/2026). Hal ini dilakukan tidak lain untuk menjalin dan menjaga tali silaturahmi. Serta untuk saling bertukar kabar setelah tidak berjumpa lagi seusai masa KKN.
Acara halal bi halal ini bermula dari usulan ketua KKN-PAR STIQSI Lamongan desa Windu. Karena mengingat tahun ini juga merupakan tahun terakhir berkumpul secara lengkap di Ponpes Al-Ishlah. Tentu hal itu menjadi momen yang tepat untuk berpamitan dan meminta do’a sebelum melangkah ke jenjang selanjutnya.
Sambutan Hangat Warga Desa Windu
Selama halal bi halal dengan beberapa lembaga di Desa Windu, anggota KKN-PAR STIQSI Lamongan 2024 mendapatkan sambutan ramah dan hangat. Datangnya kami ke Desa Windu juga menjadi suatu kebahagiaan bagi mereka karena masih mengingat dan menyempatkan waktu untuk berkunjung. Silaturahim yang kita jaga dengan baik tentu akan memberikan dampak positif dan manfaat untuk kehidupan.
Dalam silaturahmi ini kami saling memaafkan dan berterima kasih atas dedikasi yang telah diberikan selama waktu KKN-PAR dua tahun yang lalu. Selain itu, kami juga mendapatkan banyak ilmu dan wejangan sebagai bekal di kehidupan. Salah satu pesan yang disampaikan oleh al-Ustadz Zuhdi selaku pengurus dan pengelola TPQ dusun Moro, “Selagi kalian masih muda manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Ketika mencari ilmu fokuskan pikiranmu tanpa memikirkan hal lain dan semuanya ada waktunya sendiri (pekerjaan).”
Pesan yang disampaikan oleh al-Ustadz Zuhdi mirip dengan pesan yang senantiasa disampaikan oleh al-Ustadz M. Dawam Saleh kepada seluruh santrinya. Berdasarkan itu dapat diketahui dalam agama Islam orang berilmu sangat dimuliakan dan derajatnya tinggi di mata Allah. Dengan ilmu kita dapat mendapatkan apapun dengan mudah, baik urusan duniawi maupun akhirat.
Dari kegiatan halal bi halal ini menumbuhkan rasa bahagia untuk seluruh peserta KKN-PAR STIQSI Lamongan desa Windu. Setelah dua tahun berlalu dengan fokus kegiatan masing-masing akhirnya mereka dapat berkumpul kembali. Hal itu juga dirasakan oleh Shofwan Taqiyyuddin, bahkan ia mempunyai suatu harapan dari terlaksananya kegiatan halal bi halal terakhir ini. “Semoga kedepannya tetap bisa menjaga tali silaturahim dengan siapapun, salah satunya dengan orang-orang yang ada di desa windu. Dengan silaturahim, tidak hanya mendekatkan diri kita kepada sesama manusia, tapi juga mendekat diri kepada-Nya.”, ujar Ketua KKN-PAR STIQSI Lamongan desa Windu.
Reporter: Fani Firda




