AI hanya Alat, bukan Pemberi Jawaban Akhir yang Tepat

Lamongan – Dalam era digital yang semakin pesat, pemanfaatan Artifical Intellegence (AI) kerap menjadi sorotan dalam dunia penelitian dan publikasi ilmiah. AI dapat mempercepat proses riset dan membantu peneliti dalam mengolah ataupun mendiscovery data, akan tetapi hal ini tidak bisa dijadikan serta merta sebagai pemberi jawaban akhir yang tepat. Kemajuan ini haruslah dijadikan sebagai alat bantu yang mendukung pemikiran kritis, bukan pengganti nalar akademik manusia.

Laporan Studi dari Finlandia (2024) terhadap 666 siswa menunjukan korelasi negative yang kuat antara penggunaan AI dan kemampuan berpikir kritis. Hal ini terjadi karena proses yang sering disebut Cognitive Offloading, dimana otak tidak lagi dilatih berfikir, karena tugas itu dilimpahkan ke mesin. hal ini mengakibatkan bahwa siswa lebih cepat menyerah, lebih malas berfikir, dan lebih mudah puas dengan jawaban apapu yang tampak benar dari AI. Penelitian ini menjadi peringatan bahwa penggunaan AI tanpa kendali yang cermat justru apat melemahkan daya nalar akademik.

Manfaat dan Peran AI

Pak Isma’il Fahmi, Ph.D selaku Ketua MPID PP Muhammadiyah dan CEO Drone Emprit, yang hadir menjadi narasumber Utama dalam acara “Pelatihan Metodologi Penelitian dan Workshop Pemanfaatan AI Untuk Riset dan Publikasi Ilmiah” yang diselenggarakan oleh LPPM STIQSI Lamongan (21 Agustus 2025), menyampaikan bahwa AI harus ditempatkan pada posisi yang tepat. ia bukan pengganti nalar manusia, melainkan hanya alat strategis yang dapat memperluas akses informasi dan mempercepat proses penelitian.

Dalam paparannya, dijelaskan bahwa AI memiliki banyak peran positif. Misal, AI dapat digunakan untuk summarize data pada berbagai referensi sehingga dapat membantu dalam menemukan ringkasan atau metodologi bahasan. Dalam penelitian tafsir, AI juga berperan dalam digitalisasi naskah melalui OCR (Optical Character Recognition), penerjemahan literatur asing, deteksi plagiarisme, sampai pembangunan knowledge graph yang mampu menghubungkan ayat, hadis, serta tafsir klasik dan modern dalam satu system.

Tiga Level Pengguna AI

Dengan beragam manfaat tersebut, AI memang menawarkan peluang besar bagi dunia akademik. Namun, tidak semua pengguna memiliki cara yang sama dalam memanfaatkannya. Owner Kenep Smart Village, pak isma’il Fahmi pun menyebutkan adanya tiga level pengguna AI yang dapat menjadi cerminan bagaimana masyarakat memanfaatkan alat ini dalam aktivitas Riset, pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari. Level Pertama, pengguna yang bisa menggunakan AI, dengan kemampuan dalam membuat Prompt yang benar, mencari referensi atau mensummarize data.

Level kedua, pengguna bisa memahami AI, dengan kemampuan dalam mempertanyakan Kembali sumber informasi yang telah diberikan AI, dapat memberi komentar, memberi refleksi bahkan mampu memperdebatkan informasi yang diberikan. Terakhir, Level ketiga, Pengguna bisa memanusiakan AI, dengan memanfaatkan AI untuk berdiskusi dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian, tiga level tersebut menunjukan bahwa kualitas pemanfaatan AI ditentukan oleh sejauh mana manusia bersikap, bukan dikendalikan olehnya.

Oleh karena itu, pemanfaatan AI hendaknya tidak dipandang sebagai pengganti pemikiran manusia, melainkan sekadar sarana pendukung yang memperkaya proses riset dan pembelajaran. Dengan memahami level pengguna AI serta menempatkan teknologi ini pada posisi yang tepat, masyarakat akademik dapat menjaga daya kritis sekaligus memaksimalkan manfaat yang ditawarkan. Pada akhirnya, kualitas penelitian dan pendidikan tetap ditentukan oleh akal budi manusia, sementara AI hanya berperan sebagai alat bantu yang mempercepat langkah, bukan penentu jawaban akhir yang tepat.

Reporter: Lutfiya Nurmayanti

Share

KABAR TERKAIT

Research Day Eps-21 Awali Program STIQSI Pasca Lebaran

Lamongan-Pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIQSI Kembali menggelar agenda bulanan Research Day episode ke-21 (31/3/2026). Agenda ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan

Scroll to Top