
Lamongan-Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan bersiap menggelar Konferensi Internasional 2025 pada 25-26 September 2025. Agenda perdana ini menjadi momentum penting dalam perjalanan akademik STIQSI untuk mengukuhkan arah pengembangan kajian keilmuan yang berorientasi pada integrasi al-Qur’an. Konferensi ini lahir sebagai bentuk implementasi Rencana Induk Pengembangan STIQSI Lamongan, yang menempatkan kajian Ilmu al-Qur’an dan Tafsir perspektif sains sebagai ruh pengembangan kampus.
Melalui agenda bergengsi ini, STIQSI ingin menghadirkan ruang perjumpaan ilmiah yang tidak hanya fokus pada studi al-Qur’an secara klasik, tetapi juga berupaya mengintegrasikan al-Qur’an dengan beragam perspektif keilmuan modern, seperti sains, sosiologi, linguistik, hingga kajian multidisipliner lainnya. Hal tersebut diwujudkan melalui artikel-artikel yang ditulis oleh para peserta konferensi, baik yang akan hadir secara online maupun offline. Beragam topik diangkat sebagai bukti nyata QURANICONS memberikan ruang luas kolaborasi multidisipliner.
Ragam Topik Kajian Integratif al-Qur’an dari Peserta QURANICONS
Keragaman topik yang telah ditulis oleh Peserta QURANICONS 2025 menjadi salah satu pembeda dari konferensi yang diadakan oleh Lembaga lain. Artikel-artikel yang akan dipresentasikan menghadirkan spektrum integrasi yang luas, mulai kajian linguistic, philoshophy, qira’at, ekologi, ekonomi, matematika, sosiologi, psikologi, politik, Kesehatan, antropologi, sejarah dan fisika. Dapat dilihat beberapa judul artikel peserta:

Dengan keragaman pembahasan yang dibahas oleh peserta, semakin memperlihatkan bagaimana al-Qur’an hadir tidak hanya sebagai teks suci yang penuh dengan keagungan serta kesuciannya, tetapi senantiasa relevan dalam menjawab problematika zaman, dalam berbagai aspek kehidupan.
Harapan Penuh Panitia Pelaksana
Dengan digerakkan secara penuh oleh tim Internal STIQSI Lamongan sebagai event organizer, besar harapan kegiatan ini dapat melahirkan pemikiran segar, memperkuat kolaborasi lintas institusi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan studi Al-Qur’an dalam ranah akademik global. Sebagaimana yang disampaiakan oleh al-Ustadzah Ulfatul Halimah, S.Ag., M.Ag selaku ketua panitia “konferensi ini dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai wadah membangun jejaring akademik internasional. “Kami ingin agar STIQSI hadir sebagai kampus yang aktif berdialog dengan dunia, menghadirkan kajian Al-Qur’an yang relevan dengan perkembangan sains dan isu-isu global,” ujarnya.
Diperkuat juga oleh Ketua STIQSI, al-Ustadz Dr. Piet Hizbullah Khaidir, S.Ag. M.A yang menyatakan dukungan penuh atas terselenggaranya konferensi ini. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen STIQSI dalam membangun iklim akademik yang produktif, progresif, dan terbuka terhadap dialog global. Beliau mengucapkan “Konferensi internasional ini bukan hanya forum akademik, melainkan juga ikhtiar STIQSI untuk meletakkan pondasi penting bagi pengembangan tradisi ilmiah yang menjembatani nilai-nilai Al-Qur’an dengan tantangan ilmu pengetahuan kontemporer,” ujar Dr. Piet.
Melalui terselenggaranya Konferensi Internasional 2025 ini, STIQSI Lamongan ingin menegaskan diri sebagai kampus yang visioner, berkomitmen untuk terus membangun tradisi ilmiah yang berpijak pada Al-Qur’an namun terbuka dengan perkembangan sains dan isu-isu kontemporer.
Jangan sampai ketinggalan!!, H-1 Acara Puncak QURANICONS 2025 di STIQSI Lamongan.
Reporter: Anis Ulfiyatin dan Lutfiya Nurmayanti
Editor: Maulana Tegar




