Gelar PkM STIQSI ke-2 bersama TPQ Al-Ithhar Palirangan: Menguatkan Nilai-Nilai Pendidikan Qur’ani pada Anak

Lamongan- Program Kapita Selekta Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STIQSI tahun 2025 kembali digelar kedua kalinya yang bertempat di TPQ Al-Ithhar Palirangan (24/10/2025). Momentum ini menjadi Langkah kongkret dalam meneguhkan komitmen perguruan tinggi terhadap pembinaan generasi Qur’ani sejak dini. Sedikit berbeda dengan agenda sebelumnya, kali ini lebih menekankan pentingnya nilai-nilai Pendidikan berbasis qur’ani yang harus ditanamkan pada anak didik sejak dini. Sebagaimana pemateri yang mengangkat pokok-pokok pembelajaran, nilai juga hikmah yang terkandung pada Surat Luqman ayat 13 sampai 19.

Upaya ini terus dilakukan untuk membangun kesadaran akan pentingnya nilai-nilai qurani agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat luas. Mengingat sebagian pesan nasehat dari Kiai Haji Ahmad Dahlan yang ditegaskan oleh al-Ustadz Dr. Piet Hizbullah Khaidir, MA. dalam sambutannya bahwa janganlah al-Qur’an itu hanya dipelajari dalam pembacaan ayat-ayatnya saja, akan tetapi jadikan ayat-ayat itu berjalan. Dalam artian bahwa belajar al-Qur’an tidaklah terbatas pada kemampuan membaca saja, tetapi bagaimana nilai-nilai al-Qur’an tersebut dapat benar-benar terwujud dalam tindakan nyata, baik dalam lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat.

Parenting dalam Kajian Studi Islam
Metode Pendidikan yang ditanamkan pada anak merupakan hal penting yang harus diperhatikan, karena dengan system Pendidikan yang keliru dapat menjadikan dampak serius seperti anak durhaka, hilangnya fitrah kejantanan dan kelembutan sesuai kodrat, rusaknya akhlak, hingga munculnya keluarga yang abai terhadap syariat Islam. Dengan demikian, al-Ustadz Azzam Musoffa, Lc., M.IRKH sebagai pemateri pertama menekankan bahwa orang tua dan pendidik memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kepribadian anak berdasarkan nilai-nilai keislaman. Pendidikan bukan hanya sebatas memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan iman, akhlak, serta kebiasaan hidup yang mencerminkan ajaran Al-Qur’an.

Lebih jauh lagi diuraikan, terdapat tujuh tanggung jawab utama orang tua dan pendidik yang penting untuk diperhatikan, diantaranya pendidikan berkeimanan, akhlak, jasmani, akal, mental/kejiwaan, sosial dan masyarakat sekitar, serta kewaspadaan terhadap penyimpangan moral di tengah perkembangan zaman. Dengan banyaknya tanggung jawab tersebut, diperlukan metode Pendidikan yang efektif sesuai dengan tuntunan Islam, seperti pendidikan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, pemantauan perkembangan anak, serta penerapan hukuman secara proporsional dan mendidik. Melalui metode tersebut, pendidikan tidak hanya bersifat instruktif, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan spiritual anak.

Pesan Pendidikan Qur’ani pada Surat Luqman
Diperkuat oleh pemateri kedua, al-Ustadz Luqman Hakim, S.H.I, M.H bahwa Pendidikan yang baik merupakan suatu aspek penting, terlebih pada kondisi zaman sekarang dengan berkembangnya budaya digital, fenemona content creator yang tidak menyimpang dari nilai-nilai islam, pergaulan bebas juga tawuran pelajar. Dengan demikian peran Pendidikan menjadi hal terpenting, dikarenakan mampu menjaga keluarga dari Api Neraka (QS Tahrim ayat 6), diangkat derajatnya (QS al-Mujadalah ayat 11), Jalan menuju surga (HR Muslim 2699). Hal tersebut menujukan bahwa Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sosial, melainkan ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah.

Berlandaskan pada surat Luqman ayat 13 sampai 19, diuraikan prinsip prinsip pendidikan Qur’ani yang harus dijadikan pedoman oleh setiap orang tua dan pendidik dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai pertama adalah ketauhidan, yaitu menanamkan keimanan yang murni hanya kepada Allah. Kedua, berbakti kepada kedua orang tua karena melalui merekalah anak belajar tentang kasih sayang, kesabaran, dan tanggung jawab. Ketiga, bersyukur atas nikmat Allah, baik dalam bentuk iman, kesehatan, maupun rezeki, sebagai wujud pengakuan atas karunia-Nya.

Selanjutnya, Luqman mengajarkan nilai kesabaran dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam ketaatan kepada Allah dan menghadapi berbagai ujian. kemudian, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, yang menunjukkan pentingnya pendidikan sosial dalam Islam. dan terakhir, krendahan hati (tawadhu‘) yang menjadi ciri orang beriman sejati. Melalui prinsip-prinsip tersebut, Surat Luqman memberikan gambaran utuh tentang pendidikan Qur’ani yang membentuk manusia seutuhnya — beriman, berakhlak, berilmu, dan bermanfaat bagi sesama. Inilah hakikat pendidikan yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman modern tanpa kehilangan arah spiritual dan moralitas Qur’ani.

Sebagai penutup, dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat menebar kebermanfaatan bagi masyarakat luas serta menumbuhkan kesadaran Bersama akan pentingnya implementasi nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, terkhusus pada Lembaga TPQ Al-Ithhar Palirangan.

Reporter : Lutfiya Nurmayanti

Share

KABAR TERKAIT

Research Day Eps-21 Awali Program STIQSI Pasca Lebaran

Lamongan-Pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIQSI Kembali menggelar agenda bulanan Research Day episode ke-21 (31/3/2026). Agenda ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan

Scroll to Top