
Pada program hibah penelitian dosen, oleh LITAPDIMAS (Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat) Kementrian Agama Republik Indonesia tahun 2023. Ketua Prodi IAT STIQSI telah mencapai keberhasilan sebagai penerima dana hibah penelitian tersebut. Berlandas pada Tridharma Perguruan Tinggi, bahwa tugas sebagai dosen tidak hanya mengajar. Namun juga melakukan penelitian dan pengabdian. Al-Ustadz Arwani Rofi’i, Lc., M.Ag, KAPRODI STIQSI, pun berusaha mengamalkan Tridharma tersebut.
“Saya yakin bahwa program hibah penelitian dosen ini sangat bisa mensupport salah satu dari Tridharma tersebut”, tutur al-Ustadz Arwani Rofi’i, Lc., M.Ag. Keberhasilan beliau dalam program ini, bukanlah percobaan yang pertama kali. Melainkan keberhasilan setelah dua kali percobaan. Yaitu dimulai pada Tahun 2019 dan tahun 2022.
Penelitian yang diajukan dalam program tersebut, berjudul “Peran Ponpes al-Jamhar dalam Menanamkan Moderasi Beragama pada Masyarakat Multi Agama di Desa Balun-Turi-Lamongan”. Penelitian ini bermula dari roadmap penelitian KEMENAG, tentang moderasi beragama. Serta adanya ketertarikan pada desa Balun-Turi, dengan kondisi masyarakat yang hidup damai dengan tiga agama yang berkembang di desa tersebut, yakni (Islam, Kristen, Budha)
Sejak dibukanya program hibah tersebut, sampai proses submit. Dengan waktu pengerjaan kurang lebih satu bulan. Akhirnya al-Ustadz Arwani Rofi’i, Lc., M.Ag telah berhasil sebagai penerima dana hibah penelitian dosen. Dengan ini beliau berharap, penelitian yang telah dilakukan membawa kebermanfaatan. Serta menjadi pengalaman berarti bagi diri sendiri. “Tak kalah penting lagi, berharap dana hibah penelitian dosen ini semakin banyak kuotanya. sehingga semakin banyak dosen yang mempunyai kesempatan untuk melakukan penelitian”, Ujar KAPRODI STIQSI Lamongan.
Reporter : Lutfiya Nurmayanti
Editor : Faiq El Meida




