
Dalam Acara Diseminasi Penelitian, Hibah Penelitian Mahasiswa yang diselenggarakan oleh LPPM STIQSI Lamongan pada Jum’at, 11 Agustus 2023, pukul 08.30 bertempat di Aula Pondok Pesantren Al-Ishlah, Ketua STIQSI Lamongan, al-Ustadz Dr. Piet Hizbullah Khaidir, S.Ag., MA., menyampaikan bahwa meskipun al-Qur’an bukan Kitab Pengetahuan, al-Qur’an merupakan kitab suci yang mendorong serta menginspirasi lahirnya tradisi riset-riset di kalangan umat Islam. Hal ini karena al-Qur’an abadi, maka jika dilakukan penelitian secara terus-menerus dengan menggunakan perspektif yang berbeda, maka akan melahirkan temuan baru dari penelitian tersebut.
Ibnu Sina dalam kitab al-Isyaraah wa at-Tanbihaat menyatakan bahwa peradaban itu bersifat hybrid, khususnya pada peradaban Keilmuan. Hybrid artinya kontinuiti atau terus menerus.
Dalam peradaban hybrid terdapat dua macam yaitu kontinu dan diskontinu. “Jika kita memilih yang kontinu, maka kita harus mengembalikannya kepada al-Qur’an. Sedangkan jika jika memilih yang diskontinu, maka kita akan menjadi penghalang lahirnya tradisi keilmuan yang berada dalam sinaran al-Qur’an,” tutur Ketua STIQSI Lamongan.
Landasan peradaban hybrid jika dilihat dari tradisi ulama yang terdahulu adalah al-Qur’an. Sesuatu hal yang menarik, ternyata peradaban hybrid adalah peradaban pengetahuan yang kontinyu. Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus masuk ke dalam tradisi keilmuan al-Qur’an.
Program Diseminasi Penelitian Mahasiswa ini termasuk peradaban hybrid yang kontinyu. Apalagi dalam proses penelitiannya dilandaskan pada al-Qur’an. Selain itu juga dikaji menggunakan pendekatan integratif, yang tidak hanya dikaji menggunakan satu pendekatan saja. Akan tetapi, gabungan dari beberapa pendekatan, baik ulum al-Qur’an ataupun pengetahuan lainnya.

“Pada Zaman dahulu titik kajian yang dilakukan oleh para ulama berangkat dari kitab al-Qur’an. Kajian yang dilakukan mereka ada yang secara tahlili dan tematik. Dari titik berangkatnya, al-Qur’an diharapkan menjadi inspirasi yang terus-menerus. Selain itu, kajian al-Qur’an juga dapat membawa keabadian apalagi jika kajian al-Qur’an dilanjutkan dengan multi perspektif. Pasti akan menjadi sebuah temuan yang hebat dan abadi, “ucap al-Ustadz Piet.
Dalam kesempatan ini Ketua STIQSI Lamongan juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar terus bersemangat dalam membangun hybrida pengetahuan, dengan melakukan kajian terhadap al-Qur’an.
“Mari bersama-sama membuka jendela dunia dengan pengetahuan al-Qur’an, membuka wawaasa dunia dengan al-Qur’an dan Sains, sehingga al-Qur’an akan menjadi sinaran yang hadir abadi di tengah-tengah kehidupan kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.”
Ketua LPPM STIQSI Lamongan, Ustadzah Anis Ulfiyatin, S.Sos., M.Sosio., berharap kedepannya acara Hibah Penelitian Mahasiswa ini akan terus berkembang dan beliau mengajak seluruh Mahasiswa STIQSI Lamongan yang tahun ini belum merasa terpanggil untuk mengikuti acara hibah penelitian ini, supaya tahun depan dapat mengikutinya.
Reporter: Nur Halizatul Magfiroh
Editor: Lutfiya Nurmayanti
Proofreader: phzdr




