Micro teaching: Hari Pertama Penuh dengan Kesan dan Pengalaman

Hari Senin, peserta KKN-PAR STIQSI mulai melaksanakan program kerja micro teaching atau pengajaran di sekolah. Dengan fokus pada mata pelajaran bahasa Arab dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan berdasarkan kesepakatan dari anggota divisi Pendidikan dan para guru SDN Windu.

Para guru SDN Windu dengan senang bati menerima program kerja tersebut. Tentu dengan harapan adanya ilmu dan wawasan serta metode pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya.

Dengan berdasarkan hal itu, tentu kami dari divisi Pendidikan berupaya semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan harapan tersebut. Dengan membuatnya rencana pembelajaran selama dua minggu yang berkaitan dengan topik utama yang disampaikan oleh guru pengajar tetap.

Hal pertama yang peserta KKN-PAR STIQSI ajarkan ke anak-anak SDN Windu mengenai sapaan di kelas. Sapaan antara guru dan murid yang diterapkan di Ponpes Al-Ishlah. Berupa beberapa pernyataan dan pertanyaan untuk membuka kegiatan belajar dan mengajar ketika di kelas. Seperti, ucapan selamat datang, selamat pagi, dan lain sebagainya.

Beberapa hal baru yang siswa-siswi dapatkan dari peserta KKN-PAR STIQSI diterima dan dipraktikkan oleh anak-anak dengan semangat. Sehingga menjadi suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri untuk kita sebagai peserta KKN-PAR STIQSI dapat menyalurkan ilmu yang telah kita dapatkan selama menimba ilmu di Ponpes Al-Ishlah.

Reporter: Fani Firda

Share

KABAR TERKAIT

Research Day Eps-21 Awali Program STIQSI Pasca Lebaran

Lamongan-Pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIQSI Kembali menggelar agenda bulanan Research Day episode ke-21 (31/3/2026). Agenda ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan

Scroll to Top