Mindful Parenting dan Riset Statistik dalam Islam: Dua Kolaborasi Keilmuan Warnai Research Day eps-17

Lamongan-Agenda bulanan LPPM STIQSI (28/10/2025), Research day eps 17 Kembali hadir dengan dua kolaborasi keilmuan yang sangat menarik dan memberikan insight baru untuk penelitian di lingkungan STIQSI. Dua kajian besar yang menjadi fokus kali ini ialah “Mindful Parenting dalam Perspektif Islam untuk Meningkatkan Kualitas Hubungan Orang Tua dan Anak” serta “Peluang Riset Kuantitatif Berbasis Statistik dalam Studi Islam”. Kedua tema ini menghadirkan dua rumpun ilmu yang berbeda antara psikologi dan statistika, namun keduanya sama-sama menghadirkan perspektif yang berlandaskan pada al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman.

Kedua penelitian yang telah dilakukan oleh dua pemateri kesempatan ini, mencoba terus menghadirkan riset-riset yang integratif sebagaimana tradisi keilmuan yang telah dikembangkan oleh STIQSI, serta relevan sesuai dengan perkembangan zaman. Pemateri kedua, al-Ustadzah Lensa Rosdiana Safitri, S.Stat., M.Si. dengan basic keilmuan statistikanya juga berusaha menghasilkan penelitian yang sesuai dengan penelitian yang ada di STIQSI, dengan mencoba integrasi antara statistika dan studi islam. Beliau mengatakan “hal ini adalah hal baru bagi saya, karena dari awal S1 sampai S2 fokus pembelajaran saya hanya di Statistika, namun dengan ini mencoba memadukan apa yang menjadi basic keilmuan saya dan diterapkan pada kajian-kajian al-Qur’an”, Ujar beliau.

Mindful Parenting Perspektif Islam: Tingkatkan Kualitas Hubungan Orang tua-Anak
Bermula dari kondisi sosial masyarakat di era society 5.0, pola pengasuhan anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Banyak orang tua yang kesulitan dalam mengelola emosi dan menjaga kedekatan dengan anak di tengahg tuntutan pekerjaan dan kesibukan yang tinggi. Disamping itu, dengan kondisi terbatasnya waktu interaksi dengan keluarga menyebabkan menurunnya kualitas komunikasi atau meningkatnya konflik rumah tangga. Dari kondisi inilah menjadi latar belakang pemateri pertama, al-Ustadzah Anis Ulfiyatin, S.Sos., M.Sosio melakukan penelitian seputar mindful parenting dalam perspektif Islam, dengan tujuan untuk menekankan pentingnya kehadiran orang tua secara sadar, utuh, dan penuh empatik.

Lebih luas lagi, al-Ustadzah anis memaparkan bahwa terdapat beberapa prinsip mindful parenting yang dapat diterapkan dalam kehidupan berkeluarga, diantaranya: mendengarkan dengan penuh perhatian, memiliki kesadaran emosional terhadap diri dan anak, pengendalian diri dalam reaksi, dengan maksud agar setiap respon terhadap perilaku anak dilakukan dengan tenang dan bijak, juga tidak menghakimi atau menerima anak apa adanya dengan penuh kasih sayang dan empati. Dengan ini tumbuhlah kedekatan antara orang tua dan anak yang saling menghargai satu sama lain.

Ditegaskan pula, bahwa konsep ini sejatinya telah ada dalam islam, dengan bentuk kesadaran atas kehadiran dan pengawasan Allah SWT. Nilai-nilai ini terungkap dalam berbagai konsep qurani seperti rahmah (kasih sayang), sabr (kesabaran), uswah hasanah (keteladanan), tadabbur, dan dzikir, yang semuanya menjadi landasan spiritual bagi terbentuknya pengasuhan yang penuh kesadaran dan kelembutan. Jadi prinsip pengasuhan dalam islam ada 4, yaitu Kasih sayang (Rahmah), kesabaran (sabr),teladanan (Uswah Hasanah), komunikasi yang bijak.

Peluang Riset Kuantitatif Berbasis Statistik Perspektif Islam
Pemateri kedua, al-Ustadzah Lensa Rosdiana Safitri, S.Stat., M.Si. banyak memaparkan bahwa statistika merupakan ilmu yang mempelajari cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menginterpretasi data agar diperoleh kesimpulan yang sahih dan bermanfaat untuk pengambilan keputusan ilmiah. Hal baru, bahwa riset kuantitatif berbasis statistik dalam studi islam ini penting dilakukan untuk memperkuat hasil kajian keislaman denghan bukti empiris dan data terukur, meningkatkan value riset dan kredibilitas ilmiah, serta Membuktikan integrasi antara sains dan agama, bahwa ilmu empiris tidak bertentangan dengan wahyu, melainkan memperkuatnya.

Lebih jauh lagi, berdasarkan metode riset kuantitatif, al-Ustadzah Lensa juga mencoba mengembangkan judul kualitatif yang pernah dilakukan oleh mahasiswa STIQSI menjadi peluang riset Kuantitatif, seperti judul penelitian “Tawakal sebagai Solusi Mental Illnes dan Ketenangan Jiwa dalam al-Qur’an” menjadi peluang judul Kuantitaif “Pengaruh Religiusitas dan Sikap Tawakal terhadap Kesehatan Mental Muslim Dewasa Muda”. Contoh lain seperti judul penelitian “Pencegahan stunting dalam al-Qur’an dan Analisis ayat-ayat makanan dan minuman halalan thayyiban dari perspektif ilmu kesehatan”, menjadi judul kuantitatif “hubungan pengetahuan gizi islami dan pola konsumsi halalan thayyiban terhadap pencegahan stunting pada ibu Muslimah”, dan masih banyak lagi.

Dari kedua penelitian ini, Kembali menegaskan komitmen STIQSI dalam mengembangkan budaya riset yang berorientasi pada integrasi ilmu dan nilai-nilai islam. Diharapkan, semangat penelitian yang dihadirkan oleh kedua pemateri dapat menjadi isnpirasi dosen dan mahasiswa untuk terus melahirkan riset-riset yang inovatif, integrative dan relevan dengan kebutuhan zaman yang melandaskan kuat pada nilai-nilai al-Qur’an dan tradisi keilmuan Islam.

Reporter: Lutfiya Nurmayanti

Share

KABAR TERKAIT

Research Day Eps-21 Awali Program STIQSI Pasca Lebaran

Lamongan-Pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIQSI Kembali menggelar agenda bulanan Research Day episode ke-21 (31/3/2026). Agenda ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan

Scroll to Top