Penerapan Metode Participatory Action Research (PAR) pada KKN STIQSI Lamongan 2023

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimaksudkan bukan sekedar menjalankan program kerja STIQSI Lamongan secara kelembagaan, melainkan juga sebagai pengejawantahan teori-teori yang sudah didiskusikan dalam proses perkuliahan di STIQSI selama 3 tahun. Dalam KKN, perkuliahan teoretis tersebut diperjumpakan, diuji serta diukur relevansinya dengan kondisi masyarakat yang dijadikan tempat pengabdian masyarakat. Apakah teori yang dipelajari relevan, atau bahkan dikritisi, sehingga ditemukan teori baru dalam proses KKN tersebut. Oleh karena itu, KKN merupakan studi lapangan untuk uji teoretis sekaligus kritik teoretis dan bahkan upaya menemukan teori baru. Oleh karena itu, tujuan KKN tersebut sangat perlu diperhatikan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, KKN pada tahun ini menerapkan metode Participatory Action Research (PAR). Dengan metode ini, mahasiswa peserta KKN STIQSI Lamongan diharuskan memiliki effort yang banyak untuk melibatkan masyarakat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sehingga nantinya mahasiswa dapat menyusun dan memetakan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat. Pada saat yang sama, mahasiswa juga tetap harus mendengarkan solusi yang ditawarkan oleh masyarakat bila ditemukan lebih solutif dijadikan sebagai pemecahan masalah.

“ Selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, kita berfungsi sebagai fasilitator untuk mempertemukan stakeholder yang ada di masyarakat tersebut untuk mendiskusikan mengenai permasalahan yang tengah terjadi untuk dicari solusinya bersama-sama,” ungkap Ketua LPPM STIQSI Lamongan, al-Ustadzah Anis Ulfiyatin, S.Sos., M.Sosio.

Untuk itu, ketika terjun di lapangan, mahasiswa harus bisa menyatu dengan masyarakat setempat, sebagai fasilitator yang membantu masyarakat dalam melaksanakan program kegiatan yang selama ini kurang tersentuh atau belum terlaksana.

Selain itu, dalam pelaksanaan KKN-PAR, mahasiswa tidak hanya melakukan pengabdian kepada masyarakat saja. Akan tetapi juga dituntut untuk menghasilkan suatu karya dari hasil riset yang dilakukan selama melaksanakan KKN.

“Tema riset lahir dari pengalaman yang ada, setelah pelaksanaan kegiatan KKN nantinya mahasiswa diharuskan untuk menghasilkan riset yang sifatnya berkelanjutan bagi masyarakat yang dijadikan tempat KKN,” lanjut Ketua LPPM STIQSI Lamongan.

Pelaksanaan KKN dengan metode PAR diharapkan dapat menemukan permasalahan di masyarakat secara lebih mendalam, agar dapat dicari solusinya secara jangka panjang. Seluruh mahasiswa peserta KKN-PAR agar ikut serta dan terlibat secara langsung untuk melakukan perubahan sosial kemasyarakatan. Dalam hal ini, mahasiswa tidak hanya mengabdi, namun juga sekaligus belajar dari, bersama dan untuk masyarakat. Selanjutnya, mahasiswa melakukan penelitian terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Mari pelan-pelan, kita berproses dan berprogres. Sehingga metode ini dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya”, pungkas nya.

Reporter: Nur Halizatul M.
Editor: Faiq El
Proofreader: phzdr

Share

KABAR TERKAIT

Research Day Eps-21 Awali Program STIQSI Pasca Lebaran

Lamongan-Pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIQSI Kembali menggelar agenda bulanan Research Day episode ke-21 (31/3/2026). Agenda ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan

Scroll to Top