Research Day 2026 STIQSI Lamongan Resmi Dibuka, Angkat Tema Tafsir ‘Ilmi Al-Qur’an

Lamongan-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIQSI Lamongan sukses menyelenggarakan Research Day edisi perdana tahun 2026 pada Selasa, 27 Januari 2026, pukul 13.30–15.00 WIB, bertempat di Gedung Sekretariat Lantai 1 STIQSI Lamongan. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian forum akademik riset kampus yang dirancang sebagai ruang inkubasi gagasan ilmiah berbasis integrasi Al-Qur’an dan sains.

Mengusung tema “Tafsir ‘Ilmi Al-Qur’an: Genealogi Historis dan Dinamika Kritik Epistemologis”, forum ini menghadirkan narasumber utama Drs. K.H. Agus Salim Syukran, M.Pd.I, Ketua STIQSI Lamongan, dengan moderator Nurul Amaliya, S.A g. Kegiatan juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube STIQSI Lamongan sehingga dapat diikuti oleh sivitas akademika dan masyarakat luas.

Perkembangan Tafsir ‘Ilmi dari era Klasik sampai Sains Modern
Dalam pemaparannya, Drs. K.H. Agus Salim Syukran menegaskan bahwa tafsir ‘ilmi bukan sekadar metode penafsiran, tetapi bagian dari dinamika intelektual umat Islam dalam merespons perkembangan sains modern. Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini memiliki akar dalam tradisi klasik, namun berkembang secara sistematis pada era modern sebagai respons terhadap tantangan kolonialisme, modernitas, dan dominasi sains Barat. Tafsir ‘ilmi lahir dari upaya menunjukkan bahwa wahyu dan akal tidak berada dalam posisi yang saling bertentangan.

Lebih jauh, pemateri memetakan perkembangan tafsir ‘ilmi ke dalam beberapa fase penting, mulai dari bentuk reflektif para ulama klasik seperti al-Razi dan al-Ghazali, hingga model modern yang dipelopori Ṭanṭāwī Jawharī, Muhammad ‘Abduh, dan Rashid Ridha. Ia juga menyoroti fenomena Bucailisme, yakni pendekatan apologetik yang berupaya membuktikan kemukjizatan ilmiah Al-Qur’an secara langsung melalui temuan sains modern, yang meski populer di kalangan awam, tetap menuai kritik serius dari kalangan akademik.

Bagian penting dari diskusi adalah penjelasan mengenai kritik epistemologis terhadap tafsir ‘ilmi. Narasumber menekankan bahwa problem utama muncul ketika sains dijadikan alat verifikasi makna wahyu. Padahal, teori ilmiah bersifat tentatif dan dapat berubah, sementara Al-Qur’an memiliki otoritas kebenaran yang transenden. Karena itu, pendekatan kontemporer yang lebih proporsional menempatkan sains sebagai sarana refleksi (tadabbur), bukan sebagai penentu makna teks. Perspektif ini dinilai lebih selaras dengan tujuan Al-Qur’an sebagai kitab hidayah.

Antusiasme Peserta Dukung Kemajuan Riset di STIQSI
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta, khususnya dosen dan mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan seputar relasi Islam dan sains di era modern. Diskusi menegaskan pentingnya kehati-hatian metodologis agar dialog Al-Qur’an dan sains tetap produktif tanpa mereduksi fungsi utama wahyu.

Ketua LPPM STIQSI Lamongan, Anis Ulfiyatin, S.Sos., M.Sosio., menyampaikan apresiasi atas kesiapan tim LPPM dan seluruh staf STIQSI yang telah bekerja maksimal dalam persiapan kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa kelancaran acara menjadi bukti kuatnya kolaborasi internal kampus dalam membangun budaya riset yang berkelanjutan.

“Research Day ini bukan hanya forum diskusi, tetapi langkah awal membangun ekosistem riset unggul di STIQSI. Kami berharap kegiatan pada bulan Februari mendatang dapat terselenggara lebih baik lagi dan forum ini benar-benar menjadi inkubator lahirnya penelitian-penelitian bermutu dari kampus kita,” ungkapnya.

Dengan suksesnya penyelenggaraan edisi perdana ini, Research Day STIQSI 2026 diharapkan menjadi agenda akademik rutin yang mendorong integrasi keilmuan, memperkuat tradisi riset, serta memperluas kontribusi STIQSI Lamongan dalam pengembangan kajian Al-Qur’an dan sains di tingkat nasional maupun global.

Reporter: Anis Ulfiyatin, S.Sos., M.Sosio.
Editor: Lutfiya Nurmayanti

Share

KABAR TERKAIT

Research Day Eps-21 Awali Program STIQSI Pasca Lebaran

Lamongan-Pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIQSI Kembali menggelar agenda bulanan Research Day episode ke-21 (31/3/2026). Agenda ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan

Scroll to Top